RSS

Apa itu DOSA??

Assalamualaikum...Alhamdulillah pada kali ini saya akan menghidang para pembaca tentang sebuah karya ilmiah hasil kajian saya sebagai santapan..walaupun hidangan saya tidaklah istimewa bertaraf hotel 5 bintang tapi saya cuba untuk menampilkannya sebagai perkongsian ilmu. sekiranya ada kritikan yang membina saya sangat mengalu2kan untuk membaiki dan memajukan lg penulisan ini....Sekian....

Pengetian Dosa

Dosa adalah satu perbuatan keji yang sudah jelas dilarang oleh Allah swt. dan merupakan satu kesalahan apabila dilakukan, karena perbuatan dosa itu berakibat kesengsaraan pada si pelaku. Dosa yang dilakukan walaupun bagi si pelaku merasa baik dan tersanjung di depan sebagai manusia namun hakikatnya akan membawa akibat yang buruk di akhir kehidupannya. Dosa juga adalah segala bentuk pelanggaran yang dilakukan terhadap hak Allah, manusia dan makhluk lain.
Dosa menurut perspektif hadis Nabi seperti yang telah diriwayatkan dalam kitab Musnad Ahamd bin Hanbal sepertimana berikut:
البر انشرح له صدرك والأثم ما حاك في صدرك وان أفتاك عنه الناس
”kebajikan adalah perkara yang menyenangkan dan menenangkan hati manakala dosa pula adalah sesuatu yang menggelisahkan dalam hati seseorang, sedangkan ia tidak setuju kalau hal itu diketahui oleh orang lain.” (Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, Jilid IV, (Beirut: Maktabah Islami, 1978), hal. 227.)

Faktor Kecenderungan Melakukan Dosa
Pada hakikatnya dosa berpunca dari hati, perasaan yang muncul ini akan melahirkan perbuatan yang akan dilaksanakan oleh anggota badan seseorang, yang menjadi pribadi. Adapun hati yang bagus akan melahirkan perbuatan yang baik manakala hati yang berniat jahat akan melahirkan perbuatan yang maksiat kepada Allah swt.
Allah menciptakan manusia, sesiapa pun dia dengan memiliki sejumlah potensi. Potensi-potensi ini bertumpu pada dua bagian besar yaitu potensi untuk berbuat baik dan potensi untuk berbuat buruk atau melanggar. Hal ini dijelaskan melalui firman-Nya dalam surah as-Syams ayat 7 dan 8: ”Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.” ...beruntung bagi yang menyucikannya dan kerugian bagi yang mengotorinya... ayat 9-10.
Namun demikian Allah telah memberi tuntunan dan arahan tentang kedua jalan yang baik dan buruk dengan mengutuskan Rasul dan kitab-Nya sebagai petunjuk jalan. Terserah kepada manusia untuk memilihnya antara dua jalan ini. Pada saat bersamaan kekuatan untuk mengembangkan potensi baik dan buruk sering berlaku tarik menarik yang cukup kuat.
Mahdi al-Fatlawi mengatakan dosa ada tiga jenis yaitu:
1.    Dosa pribadi yang berkaitan dengan  Allah.
Maksiat dan dosa secara langsung kepada Allah swt. seperti kafir, menyekutukan Allah, meninggalkan ibadah secara sengaja dengan takabur, tidak menunaikan apa yang diperintahkan-Nya serta tidak meninggalkan apa yang dilarang-Nya (misalnya, meninggalkan dengan sengaja rukun-rukun Islam yang secara umum disebut dengan hak-hak Allah).
2.   Dosa yang berkaitan dengan manusia.
a.       Terkait langsung dengan diri sendiri. Manusia yang tidak mentaati perintah-perintah Allah dan meninggalkan apa-apa yang dilarangNya, berarti hanya menzalimi diri sendiri dan telah sengaja mengundang murka Allah. Ini ditambah dengan dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap diri pribadi. Allah swt. menjelaskan bahwa kesalahan manusia tidak lain adalah kezaliman terhadap dirinya sendiri.
b.      Berkaitan dengan orang lain, seperti sikap atau perbuatan memusuhi dan menyakiti orang lain, merampas hak atau hartanya, menzalimi seseorang dengan cara membunuh, merampok hartanya, memfitnahnya, menyebarkan keburukannya, atau segala hal yang umum disebut dengan melanggar hak asasi manusia. Dosa seperti ini harus diinsafi dengan memohon kemaafan dari orang yang berkaitan dahulu sehingga dimaafkan, sekiranya ia enggan memaafkan maka kita berusaha untuk berbuat kebaikan sebanyak mungkin dan selebihnya berserah pada Allah swt. untuk mengadilinya.
3.   Dosa yang berkaitan dengan makhluk lain
Selain berbuat dosa kepada Allah dan sesama manusia, kita juga sering terjurus melakukan kezaliman terhadap makhluk lain. Namun dalam permasalahan ini bukan semua perkara yang dilakukan terhadap binatang dan tumbuhan adalah sebagai dosa. Perbuatan yang dikatakan dosa terhadap makhluk Allah yang lain, apabila terjadinya perbuatan yang berbentuk kezaliman tanpa hak dan keperluan untuk melakukannya seperti memukul binatang, memusnahkan tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.

Pengaruh Dosa Terhadap Kehidupan Seseorang
Setiap manusia mempunyai dosa dan kesalahan pada Allah, namun yang penting adalah bagaimana seseorang itu bisa menjaga dirinya dari perbuatan dosa agar terhindar dari azab-Nya. Tidak ada pelanggaran yang dilakukan manusia luput dari pantauan dan pengawasan Allah swt., melainkan akan diberikan sanksi dan hukuman oleh-Nya pada setiap dosa yang dilakukan walau sekecil apapun. Hukuman itu ada yang diberikan di dunia dan ada yang ditangguhkan sampai hari pembalasan.
Pengaruh negatif dari perbuatan dosa itu akan dampak pada pelakunya, yang juga turut terimbas pada orang lain karena dosa sangat berbahaya terhadap seseorang baik pada kehidupan jasad, ruhani, materi, individu maupun sosial. Di antara pengaruh dosa dapat kita ketahui adalah seperti yang dijelaskan dibawah ini:
1.    Dada terasa sempit dan sedih.
Pengaruh yang paling besar akibat dosa-dosa ialah dada si pelaku maksiat akan terasa sempit serta penuh dengan kesusahan, kegelisahan kesulitan, keputus-asaan, kepedihan, dan kesedihan. Hal ini karena maksiat boleh menghilangkan ketenangan pada hati yang merupakan bagian dari penyakit jiwa. Ini sebagaimana firman Allah swt. dalam surah Thaaha, ayat 124-126:“Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta." Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.”
2.   Lupa ilmu.
Maksiat adalah racun bagi hati, apa pun bentuknya, ia juga muara penyakit dan kehancuran. Ketika noda-noda hina telah menempel di atas hati, kelalaianlah yang akan mengikutinya. Ini sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Al-Maaidah ayat 13: “(tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. mereka suka merobah Perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) Senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
3.   Hati menjadi keras.
Keras hati mempunyai dua tingkatan yang disebutkan oleh Alquran dengan istilah maqfulmath’u (mati). Kedua-dua ini timbul adalah karena berkelanjutan dalam melakukan maksiat sehingga seorang itu sukar untuk menerima pengaruh yang baik. (terkunci) dan
Dosa juga memperlemah kesadaran akan keagungan Allah dalam hati. Kaki akan terasa malas dan berat berat untuk melangkah ke masjid dan menghadiri pengajian, badan terasa sulit untuk bangun pada waktu fajar melaksanakan shalat subuh, telinga tidak suka lagi mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an. Akhirnya lama-kelamaan hati menjadi keras seperti batu bahkan bisa lebih keras dari pada itu. Maka hilanglah rasa sensitif terhadap suatu dosa, tidak bergetar lagi hatinya ketika keagungan Allah disebut. Ini sebagaimana yang dinyatakan dalam surat al-Baqarah ayat 74: “kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”
4.   Usia tersia-sia dan terhalang dari mendapatkan rizki.
Dosa yang dilakukan akan menghilangkan berkahnya umur dalam kehidupan seseorang. Hal ini dapat digambarkan dengan melihat pada kehidupan seseorang yang usianya dipanjangkan Allah, namun perjalanan hidup di dunia ini penuh dengan kesia-siaan dan kerugian yang berpanjangan. Sebagaimana kebajikan menambah umur, maka keburukan itu mengurangi umur.
Keberkahan yang dijanjikan kepada orang beriman dan bertakwa itu kadang-kadang menyertai sesuatu yang jumlahnya sedikit, tetapi memberikan manfaat yang banyak serta diiringi dengan kebaikan, keamanan, kerelaan, dan kelapangan hati. Berapa banyak bangsa yang kaya dan kuat, tetapi hidup dalam penderitaan, tidak ada rasa aman, penuh goncangan dan krisis, bahkan menunggu kehancuran.
5.   Hukuman di Akhirat.
Maksiat menyebabkan nikmat yang diberikan kepada hamba tidak sirna kecuali karena dosa dan tidak juga ada siksaan menimpa hamba kecuali karena dosa. Hal ini telah disebutkan oleh Allah swt. dalam kitab-Nya dan juga melalui utusan-Nya yaitu Rasulullah saw. dengan amaran yang keras sebagai peringatan.
Amaran ini ditegaskan lagi dengan beberapa contoh yang menyangkut seperti orang yang berzina akan mendapat hukumannya, peminum khamar akan mendapat hukumannya, pembunuh akan mendapat hukumannya, pendusta juga akan mendapat hukumannya dan dosa lain-lain pasti akan mendapat pembalasannya yang setimpal dengan dosa yang dilakukan seperti firman Allah dalam surat Ali 'Imraan ayat 185: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung, kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
Sekecil apapun suatu perbuatan, baik maupun buruk, pasti Allah akan memperlihatkannya di Akhirat kelak dan memberi balasan yang setimpal dengannya. Ini ditegaskan dalam surat al-Zalzalah ayat 7 dan 8: “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya Dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya Dia akan melihat balasannya pula.”
Itulah keadilan Allah yang membalas setiap perbuatan manusia kerjakan. Perbuatan baik akan berbuah pahala, sementara perbuatan buruk pasti akan menanggung siksa. Tidak ada suatu perbuatan pun yang luput dari pengamatan-Nya meskipun sebesar biji sawi.

Insha Allah- Maher Zain


Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can’t see which way to go
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side

Insha Allah x3
Insha Allah you’ll find your way

Everytime you can make one more mistake
You feel you can’t repent
And that its way too late
Your’re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insha Allah you’ll find your way
Insha Allah x3
Insha Allah you’ll find your way

Turn to Allah
He’s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
OOO Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astray
You’re the only one that showed me the way,
Showed me the way x2
Insha Allah x3
Insha Allah we’ll find the way

perlu kesabaran dalam mendidik

Teringat pagi semalam tiba2 ja rasa terbuak2 emosi marah tapi ditahan perasaan ini...selama tiga bulan mengajar dan mendidik murid2ku, aku sabar dengan kerenah mereka yang berbagai2. cuma kali ni mcm dah tercabar kesabaranku, lantas aku berfikir...kalau aku terus marah dia (muridku) sudah tentu aku tidak dapat memberi dia ruang untuk membuka fikiran atas kesalahan yang dilakukannya. apa taknya setiap kali masuk kelas dia xpernah buat kerja yang diberikan malah kerja sekolah sering tertangguh dan hasil buku tulisnya kosong. aku xterus menghukumnya tapi terus memujuk agar menyiapkan walaupun hasil tetap sama....
dalam kes2 lain di media masa, ada yang lebih biadap dengan guru2 hingga mereka sanggup memukul, merosakan harta benda kerana tidak berpuas hati teguran, nasihat yang diberikan.. mereka ini tiada lagi rasa hormat kepada orang yang mencurahkan ilmu dan bakti kepada mereka selama ini.
Sebenarnya bukan senang mendidik seorang insan untuk menjadikan manusia yang berjaya bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat... Seorang murid tidak cukup jika dididik dengan ilmu pengetahuan tanpa diterapkan nilai2 akhlak mulia, beradab sopan dengan guru, ibubapa dan sesama manusia. Mereka harus diberi perhatian, kasih sayang, berlemah lembut, semangat untuk menimba ilmu, motivasi, bercerita tentang kisah2 teladan dan sebagainya untuk membina peribadi yang mulia. Semua ini memerlukan kesabaran ibubapa dan guru dalam mendidik generasi hadapan agar mereka menjadi manusia yang taat serta beriman kepada Allah Swt... Jadilah guru/ibubapa yang baik pada anak2 kita dalam membentuk generasi yang unggul.

Salam buat pembaca sekalian....

Alhamdulillah, segala puji dan syukur saya panjatkan pada Ilahi yang memberi kekuatan dan semangat baru untuk saya terus kuatkan azam menyebarkan Islam, mempelajari ilmu pengetahuan, berkongsi pengalaman, memberi pandangan dan sebagainya melalui media siber.. Mudah-mudahan kita dapat mengambil manfaat dan kebaikan melalui nikmat(kemudahan internet) yang serba canggih di zaman ini. 
 
Saudara/ri pembaca yang dihormati, untuk makluman fanzuru adalah sempena dengan sebuah buku yang saya baca ringkasannya dalam sebuah majalah. Ianya memberi inspirasi kepada muslim untuk menjadi Hamba yang baik dalam mentarbiah rohani... untuk mengetahuinya dengan lanjut sila dapatkan buku tersebut yang dikarang oleh Hilal Asyraf keluaran galeri ilmu. Sekian yang dapat saya paparkan sebagai muqadimah...

Thursday, September 30, 2010

Apa itu DOSA??


Assalamualaikum...Alhamdulillah pada kali ini saya akan menghidang para pembaca tentang sebuah karya ilmiah hasil kajian saya sebagai santapan..walaupun hidangan saya tidaklah istimewa bertaraf hotel 5 bintang tapi saya cuba untuk menampilkannya sebagai perkongsian ilmu. sekiranya ada kritikan yang membina saya sangat mengalu2kan untuk membaiki dan memajukan lg penulisan ini....Sekian....

Pengetian Dosa

Dosa adalah satu perbuatan keji yang sudah jelas dilarang oleh Allah swt. dan merupakan satu kesalahan apabila dilakukan, karena perbuatan dosa itu berakibat kesengsaraan pada si pelaku. Dosa yang dilakukan walaupun bagi si pelaku merasa baik dan tersanjung di depan sebagai manusia namun hakikatnya akan membawa akibat yang buruk di akhir kehidupannya. Dosa juga adalah segala bentuk pelanggaran yang dilakukan terhadap hak Allah, manusia dan makhluk lain.
Dosa menurut perspektif hadis Nabi seperti yang telah diriwayatkan dalam kitab Musnad Ahamd bin Hanbal sepertimana berikut:
البر انشرح له صدرك والأثم ما حاك في صدرك وان أفتاك عنه الناس
”kebajikan adalah perkara yang menyenangkan dan menenangkan hati manakala dosa pula adalah sesuatu yang menggelisahkan dalam hati seseorang, sedangkan ia tidak setuju kalau hal itu diketahui oleh orang lain.” (Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, Jilid IV, (Beirut: Maktabah Islami, 1978), hal. 227.)

Faktor Kecenderungan Melakukan Dosa
Pada hakikatnya dosa berpunca dari hati, perasaan yang muncul ini akan melahirkan perbuatan yang akan dilaksanakan oleh anggota badan seseorang, yang menjadi pribadi. Adapun hati yang bagus akan melahirkan perbuatan yang baik manakala hati yang berniat jahat akan melahirkan perbuatan yang maksiat kepada Allah swt.
Allah menciptakan manusia, sesiapa pun dia dengan memiliki sejumlah potensi. Potensi-potensi ini bertumpu pada dua bagian besar yaitu potensi untuk berbuat baik dan potensi untuk berbuat buruk atau melanggar. Hal ini dijelaskan melalui firman-Nya dalam surah as-Syams ayat 7 dan 8: ”Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.” ...beruntung bagi yang menyucikannya dan kerugian bagi yang mengotorinya... ayat 9-10.
Namun demikian Allah telah memberi tuntunan dan arahan tentang kedua jalan yang baik dan buruk dengan mengutuskan Rasul dan kitab-Nya sebagai petunjuk jalan. Terserah kepada manusia untuk memilihnya antara dua jalan ini. Pada saat bersamaan kekuatan untuk mengembangkan potensi baik dan buruk sering berlaku tarik menarik yang cukup kuat.
Mahdi al-Fatlawi mengatakan dosa ada tiga jenis yaitu:
1.    Dosa pribadi yang berkaitan dengan  Allah.
Maksiat dan dosa secara langsung kepada Allah swt. seperti kafir, menyekutukan Allah, meninggalkan ibadah secara sengaja dengan takabur, tidak menunaikan apa yang diperintahkan-Nya serta tidak meninggalkan apa yang dilarang-Nya (misalnya, meninggalkan dengan sengaja rukun-rukun Islam yang secara umum disebut dengan hak-hak Allah).
2.   Dosa yang berkaitan dengan manusia.
a.       Terkait langsung dengan diri sendiri. Manusia yang tidak mentaati perintah-perintah Allah dan meninggalkan apa-apa yang dilarangNya, berarti hanya menzalimi diri sendiri dan telah sengaja mengundang murka Allah. Ini ditambah dengan dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap diri pribadi. Allah swt. menjelaskan bahwa kesalahan manusia tidak lain adalah kezaliman terhadap dirinya sendiri.
b.      Berkaitan dengan orang lain, seperti sikap atau perbuatan memusuhi dan menyakiti orang lain, merampas hak atau hartanya, menzalimi seseorang dengan cara membunuh, merampok hartanya, memfitnahnya, menyebarkan keburukannya, atau segala hal yang umum disebut dengan melanggar hak asasi manusia. Dosa seperti ini harus diinsafi dengan memohon kemaafan dari orang yang berkaitan dahulu sehingga dimaafkan, sekiranya ia enggan memaafkan maka kita berusaha untuk berbuat kebaikan sebanyak mungkin dan selebihnya berserah pada Allah swt. untuk mengadilinya.
3.   Dosa yang berkaitan dengan makhluk lain
Selain berbuat dosa kepada Allah dan sesama manusia, kita juga sering terjurus melakukan kezaliman terhadap makhluk lain. Namun dalam permasalahan ini bukan semua perkara yang dilakukan terhadap binatang dan tumbuhan adalah sebagai dosa. Perbuatan yang dikatakan dosa terhadap makhluk Allah yang lain, apabila terjadinya perbuatan yang berbentuk kezaliman tanpa hak dan keperluan untuk melakukannya seperti memukul binatang, memusnahkan tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.

Pengaruh Dosa Terhadap Kehidupan Seseorang
Setiap manusia mempunyai dosa dan kesalahan pada Allah, namun yang penting adalah bagaimana seseorang itu bisa menjaga dirinya dari perbuatan dosa agar terhindar dari azab-Nya. Tidak ada pelanggaran yang dilakukan manusia luput dari pantauan dan pengawasan Allah swt., melainkan akan diberikan sanksi dan hukuman oleh-Nya pada setiap dosa yang dilakukan walau sekecil apapun. Hukuman itu ada yang diberikan di dunia dan ada yang ditangguhkan sampai hari pembalasan.
Pengaruh negatif dari perbuatan dosa itu akan dampak pada pelakunya, yang juga turut terimbas pada orang lain karena dosa sangat berbahaya terhadap seseorang baik pada kehidupan jasad, ruhani, materi, individu maupun sosial. Di antara pengaruh dosa dapat kita ketahui adalah seperti yang dijelaskan dibawah ini:
1.    Dada terasa sempit dan sedih.
Pengaruh yang paling besar akibat dosa-dosa ialah dada si pelaku maksiat akan terasa sempit serta penuh dengan kesusahan, kegelisahan kesulitan, keputus-asaan, kepedihan, dan kesedihan. Hal ini karena maksiat boleh menghilangkan ketenangan pada hati yang merupakan bagian dari penyakit jiwa. Ini sebagaimana firman Allah swt. dalam surah Thaaha, ayat 124-126:“Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta." Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.”
2.   Lupa ilmu.
Maksiat adalah racun bagi hati, apa pun bentuknya, ia juga muara penyakit dan kehancuran. Ketika noda-noda hina telah menempel di atas hati, kelalaianlah yang akan mengikutinya. Ini sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Al-Maaidah ayat 13: “(tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. mereka suka merobah Perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) Senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
3.   Hati menjadi keras.
Keras hati mempunyai dua tingkatan yang disebutkan oleh Alquran dengan istilah maqfulmath’u (mati). Kedua-dua ini timbul adalah karena berkelanjutan dalam melakukan maksiat sehingga seorang itu sukar untuk menerima pengaruh yang baik. (terkunci) dan
Dosa juga memperlemah kesadaran akan keagungan Allah dalam hati. Kaki akan terasa malas dan berat berat untuk melangkah ke masjid dan menghadiri pengajian, badan terasa sulit untuk bangun pada waktu fajar melaksanakan shalat subuh, telinga tidak suka lagi mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an. Akhirnya lama-kelamaan hati menjadi keras seperti batu bahkan bisa lebih keras dari pada itu. Maka hilanglah rasa sensitif terhadap suatu dosa, tidak bergetar lagi hatinya ketika keagungan Allah disebut. Ini sebagaimana yang dinyatakan dalam surat al-Baqarah ayat 74: “kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”
4.   Usia tersia-sia dan terhalang dari mendapatkan rizki.
Dosa yang dilakukan akan menghilangkan berkahnya umur dalam kehidupan seseorang. Hal ini dapat digambarkan dengan melihat pada kehidupan seseorang yang usianya dipanjangkan Allah, namun perjalanan hidup di dunia ini penuh dengan kesia-siaan dan kerugian yang berpanjangan. Sebagaimana kebajikan menambah umur, maka keburukan itu mengurangi umur.
Keberkahan yang dijanjikan kepada orang beriman dan bertakwa itu kadang-kadang menyertai sesuatu yang jumlahnya sedikit, tetapi memberikan manfaat yang banyak serta diiringi dengan kebaikan, keamanan, kerelaan, dan kelapangan hati. Berapa banyak bangsa yang kaya dan kuat, tetapi hidup dalam penderitaan, tidak ada rasa aman, penuh goncangan dan krisis, bahkan menunggu kehancuran.
5.   Hukuman di Akhirat.
Maksiat menyebabkan nikmat yang diberikan kepada hamba tidak sirna kecuali karena dosa dan tidak juga ada siksaan menimpa hamba kecuali karena dosa. Hal ini telah disebutkan oleh Allah swt. dalam kitab-Nya dan juga melalui utusan-Nya yaitu Rasulullah saw. dengan amaran yang keras sebagai peringatan.
Amaran ini ditegaskan lagi dengan beberapa contoh yang menyangkut seperti orang yang berzina akan mendapat hukumannya, peminum khamar akan mendapat hukumannya, pembunuh akan mendapat hukumannya, pendusta juga akan mendapat hukumannya dan dosa lain-lain pasti akan mendapat pembalasannya yang setimpal dengan dosa yang dilakukan seperti firman Allah dalam surat Ali 'Imraan ayat 185: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung, kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
Sekecil apapun suatu perbuatan, baik maupun buruk, pasti Allah akan memperlihatkannya di Akhirat kelak dan memberi balasan yang setimpal dengannya. Ini ditegaskan dalam surat al-Zalzalah ayat 7 dan 8: “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya Dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya Dia akan melihat balasannya pula.”
Itulah keadilan Allah yang membalas setiap perbuatan manusia kerjakan. Perbuatan baik akan berbuah pahala, sementara perbuatan buruk pasti akan menanggung siksa. Tidak ada suatu perbuatan pun yang luput dari pengamatan-Nya meskipun sebesar biji sawi.

Monday, September 27, 2010

Insha Allah- Maher Zain



Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can’t see which way to go
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side

Insha Allah x3
Insha Allah you’ll find your way

Everytime you can make one more mistake
You feel you can’t repent
And that its way too late
Your’re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insha Allah you’ll find your way
Insha Allah x3
Insha Allah you’ll find your way

Turn to Allah
He’s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
OOO Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astray
You’re the only one that showed me the way,
Showed me the way x2
Insha Allah x3
Insha Allah we’ll find the way

perlu kesabaran dalam mendidik


Teringat pagi semalam tiba2 ja rasa terbuak2 emosi marah tapi ditahan perasaan ini...selama tiga bulan mengajar dan mendidik murid2ku, aku sabar dengan kerenah mereka yang berbagai2. cuma kali ni mcm dah tercabar kesabaranku, lantas aku berfikir...kalau aku terus marah dia (muridku) sudah tentu aku tidak dapat memberi dia ruang untuk membuka fikiran atas kesalahan yang dilakukannya. apa taknya setiap kali masuk kelas dia xpernah buat kerja yang diberikan malah kerja sekolah sering tertangguh dan hasil buku tulisnya kosong. aku xterus menghukumnya tapi terus memujuk agar menyiapkan walaupun hasil tetap sama....
dalam kes2 lain di media masa, ada yang lebih biadap dengan guru2 hingga mereka sanggup memukul, merosakan harta benda kerana tidak berpuas hati teguran, nasihat yang diberikan.. mereka ini tiada lagi rasa hormat kepada orang yang mencurahkan ilmu dan bakti kepada mereka selama ini.
Sebenarnya bukan senang mendidik seorang insan untuk menjadikan manusia yang berjaya bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat... Seorang murid tidak cukup jika dididik dengan ilmu pengetahuan tanpa diterapkan nilai2 akhlak mulia, beradab sopan dengan guru, ibubapa dan sesama manusia. Mereka harus diberi perhatian, kasih sayang, berlemah lembut, semangat untuk menimba ilmu, motivasi, bercerita tentang kisah2 teladan dan sebagainya untuk membina peribadi yang mulia. Semua ini memerlukan kesabaran ibubapa dan guru dalam mendidik generasi hadapan agar mereka menjadi manusia yang taat serta beriman kepada Allah Swt... Jadilah guru/ibubapa yang baik pada anak2 kita dalam membentuk generasi yang unggul.

Sunday, September 26, 2010

Salam buat pembaca sekalian....


Alhamdulillah, segala puji dan syukur saya panjatkan pada Ilahi yang memberi kekuatan dan semangat baru untuk saya terus kuatkan azam menyebarkan Islam, mempelajari ilmu pengetahuan, berkongsi pengalaman, memberi pandangan dan sebagainya melalui media siber.. Mudah-mudahan kita dapat mengambil manfaat dan kebaikan melalui nikmat(kemudahan internet) yang serba canggih di zaman ini. 
 
Saudara/ri pembaca yang dihormati, untuk makluman fanzuru adalah sempena dengan sebuah buku yang saya baca ringkasannya dalam sebuah majalah. Ianya memberi inspirasi kepada muslim untuk menjadi Hamba yang baik dalam mentarbiah rohani... untuk mengetahuinya dengan lanjut sila dapatkan buku tersebut yang dikarang oleh Hilal Asyraf keluaran galeri ilmu. Sekian yang dapat saya paparkan sebagai muqadimah...